sumber twitter mark Kong Hu Chu Cetak halaman ini

Kong Hu Chu

Ditulis oleh  Rahmi Isriana
Diterbitkan di tokoh internasional

konfusius

Ilustrasi Kong Hu Chu Via Pinterest 

 

  • Informasi

    Sekilas tentang

    Khong Hu Chu atau sering juga disebut Confusius merupakan pendiri ajaran Kong Hu Chu. Inti dari ajarannya adalah etika dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara. Kong Hu Chu sendiri menyebut dasar-dasar dari kehidupan ini dengan istilah Jen (moralitas) dan Li (Budi pekerti).

     

    Dalam ajarannya ia memang tidak banyak berbicara mengenai Tuhan, Akhirat, dan hal-hal metafisika lainnya. Empat Kitab Khong Hu Chu merupakan pedoman bagi kehidupan bermasyarakat yang baik, sedangkan lima kitab lainnya sudah ada sebelum masa Khong Hu Chu.  

     

    Sejarah

    Lahir pada tahun 551 SM di desa Chang Ping, Negara bagian Hu (saat ini menjadi provinsi Shandong di timur laut daratan China) dan meninggal pada usia yang ke 72 di tahun 479 SM pada masa pemerintahan bangsawan Ai.

     

    Ia memiliki nama kecil Kong Qiu atau Zhong Ni. Pada usianya yang ke-3 ayahnya meninggal dunia. Sedang ibunya meninggal pada usianya yang ke 17 tahun. Hidupnya sangat sederhana dan pernah bekerja sebagai petugas pembukuan di lumbung padi, pengawas peternakan, dan mandor bangunan.

     

    Kong Hu Chu tumbuh menjadi seorang yang gemar belajar. Pada usianya yang ke-15 ia telah banyak membaca berbagai buku pelajaran yang berkembang pada saat itu. Ia juga sangat menyukai perjalanan dan pernah menimba ilmu di ibukota negara Zhou.

     

    Kong Hu Chu menikah pada usia 19 tahun dengan gadis negara Song yang bernama Yuan Guan. Setahun kemudian lahirlah anak pertama mereka yang diberi nama Kong Li. Ia lantas merintis kariernya di pemerintahan mulai dari pegawai kelas rendahan. Namun ia terus dipromosikan karena hasil kerjanya yang bagus dan sikapnya yang santun dan bijaksana.

     

    Sejak usianya 35 hingga 50 tahun, ia telah memegang berbagai jabatan antara lain sebagai Gubernur Distrik Tengah Daerah Hu, Menteri Pekerjaan Umum, Komisaris Polisi, serta Menteri Kehakiman. Nasib baik ternyata tidak selalu menaunginya, beberapa pejabat iri dan dengki mulai melancarkan fitnah sehingga Kong Hu Chu dicopot dari jabatannya dan meninggalkan kota.

     

    Selama masa kurang lebih 13 tahun, Kong Hu Cu berkelana, Khong Hu Cu berkelana menjadi guru keliling, mengajarkan etika dan moralitas serta mendapatkan sejumlah murid dan pengikut. Para pengikutnya lantas disebut dengan panggilan Ru Jia yang artinya adalah golongan terpelajar. Khong Hu Cu juga kerap bertindak sebagai guru pengajar bagi kaum menengah yang ingin ikut ujian dan menjadi pegawai pemerintahan.

     

    Khong Hu Cu banyak mengajarkan mengenai moral politik, etika sosial, moralitas, tata cara adat dan tradisi kuno, serta pedoman dan alam hidup berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Setelah berkelana itulah, ia akhirnya kembali ke tempat asalnya dan meninggal di sana.

     

    Quotes 

    1. Berpangkalah pada kebaikan dan bersandarlah pada cinta kasih.
    2. Bila pikiran selalu ditujukan pada cinta kasih, maka tiada sarang bagi kejahatan. 

     

    Sumber Referensi

    Buku " 60 Tokoh Dunia Sepandang Masa" ( Muhammad Zazuli), penerbit Narasi Tahun 2009. 

  • Fakta Menarik
    1. Meski kebanyakan orang menganggap Khong Hu Chu sebagai tokoh pendidik agama, namun sebagian ahli justru hanya menganggapnya sebagai seorang filsuf.
    2. Pada masa Dinasti Han Barat yaitu pemerintahan Kaisar Wu Ti (140-87 SM), Ajaran Khong Hu Chu ditetapkan sebagai filsafat resmi negara Cina.
    3. Ajaran Khong Hu Chu juga dijadikan mata ujian dalam seleksi penerimaan pegawai pemerintahan selama berabad-abad antara tahun 100SM-1900an M, sebelum akhirnya Komuniasme menguasai Cina.
    4. Seribu tahun setelah Khong Hu Chu wafat, ajarannya semakin beralkulturasi dan mendapat pengaruh dari ajaran Buddha serta Taoisme sehingga melahirkan New Confuciusme (Lie Sie Phai)
    5. Penganut ajaran Khong Hu Chu pada umumnya juga menganut ajaran Buddha juga Taoisme (sering disebut sebagai agama tri dharma dengan klenteng sebagai tempat ibadahnya)
    6. Khong Hu Chu adalah ajaran filsafat terbesar di China, sementara China adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.
    7. Di tinjau dari jumlah penganut ajarannya, tak diragukan lagi bahwa Khong Hu Chu termasuk salah satu filosof terbesar dunia sepanjang masa.
Baca 962 kali Terakhir diubah pada Rabu, 29 November 2017 11:54
Nilai Artikel ini
(0 pemilihan)

Terkini dari Rahmi Isriana

Seputar Penulis

Rahmi Isriana

Penulis ( Novel, Puisi, Otobiografi, Cerpen, dan Naskah Monolog ), Pembaca Puisi dan Pemain Teater, Pendaki gunung serta pecinta olahraga Alam Bebas. Sangat Mencintai Pohon dan Laut. 

 

Instagram : https://www.instagram.com/ami.airin/

Facebook : https://web.facebook.com/amoy.a.purnama

Twitter : @ami_airin 

 

Situs Web: www.rahmi-isriana.blogspot.com